Kabar mengenai kemungkinan bergabungnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memicu reaksi beragam, terutama dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sejumlah kader partai berlambang banteng tersebut melontarkan kritik tajam dan komentar pedas menanggapi isu perpindahan haluan politik sang presiden.
Menanggapi situasi tersebut, pengamat politik Ade Armando memberikan penilaian kritis terhadap sikap para kader PDIP. Menurut Ade, reaksi yang ditunjukkan oleh sejumlah anggota partai tersebut tergolong memalukan. Ia menilai respons emosional yang muncul justru memperburuk citra partai di mata publik.
Lebih lanjut, Ade Armando tidak hanya menyasar para kader, tetapi juga memberikan sentilan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ia mengisyaratkan adanya ketidakkonsistenan dalam pola komunikasi dan sikap politik yang diambil oleh pimpinan partai dalam menghadapi dinamika hubungan antara Megawati dan Jokowi saat ini.
Ketegangan politik ini menjadi sorotan publik mengingat posisi Jokowi yang selama ini menjadi figur sentral dalam koalisi besar yang didukung oleh PDIP. Pergeseran loyalitas atau perubahan afiliasi politik di tingkat tertinggi diprediksi akan membawa dampak signifikan terhadap peta kekuatan politik nasional, terutama menjelang transisi pemerintahan.






