Penggunaan layanan pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY melaporkan bahwa jumlah pengguna layanan keuangan digital tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 23,59 persen.
Kenaikan angka ini mengindikasikan adanya pergeseran perilaku masyarakat Yogyakarta dalam bertransaksi, yang kini semakin cenderung meninggalkan metode pembayaran tunai dan beralih ke sistem pembayaran nontunai. Peningkatan adopsi QRIS ini mencakup berbagai lapisan pengguna, mulai dari konsumen individu hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kini semakin terintegrasi dengan ekosistem ekonomi digital.
Bank Indonesia DIY menilai bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam melakukan edukasi serta perluasan infrastruktur pembayaran digital di wilayah tersebut. Kemudahan dalam melakukan transaksi hanya dengan memindai kode QR menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat dan pedagang untuk beralih ke sistem ini, karena dinilai lebih praktis, cepat, dan efisien dibandingkan dengan transaksi konvensional.
Selain memberikan kemudahan bagi pengguna, implementasi QRIS juga diharapkan dapat membantu para pelaku usaha dalam melakukan pencatatan keuangan secara lebih teratur dan transparan. Dengan sistem digital, setiap transaksi tercatat secara otomatis, sehingga memudahkan pelaku UMKM dalam memantau arus kas harian mereka tanpa perlu melakukan rekapitulasi manual yang memakan waktu.
Sebagai informasi tambahan, QRIS merupakan standar nasional pembayaran melalui QR Code yang diluncurkan oleh Bank Indonesia untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi pembayaran digital yang ada di Indonesia. Inovasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal (QEMAS), sehingga dapat mempercepat transformasi ekonomi digital di seluruh wilayah Indonesia dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau oleh layanan perbankan formal.






