Sebuah momen tak biasa terjadi dalam ajang Berlin Marathon 2026 yang menarik perhatian banyak peserta maupun penonton. Seorang pelari asal Rusia, Iskander Yadgarov, menjadi pusat perhatian setelah berhasil menyelesaikan lomba lari maraton tersebut dengan menggunakan alas kaki yang tidak lazim, yakni sepasang sepatu karet berwarna kuning.
Keputusan Yadgarov untuk tidak menggunakan sepatu lari profesional yang memiliki teknologi bantalan canggih tentu mengundang tanda tanya. Namun, terlepas dari pemilihan alas kaki yang tidak standar tersebut, ia membuktikan bahwa determinasi dan stamina fisik tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi lintasan panjang sejauh 42,195 kilometer.
Berdasarkan catatan waktu yang ada, Iskander Yadgarov mampu mencapai garis finis dengan catatan waktu 2 jam 30 menit. Pencapaian ini tergolong sangat impresif, mengingat beban fisik yang harus ditanggung saat berlari jarak jauh tanpa dukungan sepatu lari khusus yang dirancang untuk meredam benturan dengan permukaan jalan.
Keberhasilan Yadgarov ini kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak netizen yang merasa terinspirasi sekaligus terkejut melihat bagaimana sepatu karet sederhana bisa membawa seseorang mencapai garis finis dengan waktu yang relatif cepat di salah satu ajang maraton paling bergengsi di dunia.
Berlin Marathon sendiri dikenal sebagai salah satu dari enam World Marathon Majors. Ajang ini sangat populer di kalangan pelari dunia karena lintasannya yang relatif datar dan cepat, sehingga sering kali menjadi tempat bagi para atlet untuk memecahkan rekor waktu pribadi maupun rekor dunia.





