Suasana dramatis menyelimuti ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, 24 September 2026, saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, naik ke podium untuk menyampaikan pidatonya dalam Sidang ke-81.
Kehadiran pemimpin Israel tersebut memicu reaksi beragam dari negara-negara anggota ASEAN. Tercatat sebanyak empat negara anggota ASEAN memilih untuk melakukan aksi walkout atau meninggalkan ruangan tepat saat Netanyahu mulai berbicara. Tindakan ini menjadi bentuk protes diplomatik yang nyata terhadap posisi dan kebijakan pemerintah Israel.
Di sisi lain, tidak semua negara Asia Tenggara mengambil sikap yang sama. Sebanyak tujuh negara anggota ASEAN lainnya memilih untuk tetap bertahan di kursi mereka dan mengikuti jalannya pidato tersebut hingga selesai. Perbedaan sikap ini menunjukkan adanya fragmentasi atau keterbelahan pandangan di internal blok ASEAN dalam merespons isu geopolitik yang melibatkan Israel.
Fenomena walkout ini bukan hanya terjadi di kalangan delegasi ASEAN, melainkan juga diikuti oleh puluhan delegasi dari berbagai negara lain. Aksi meninggalkan ruangan secara massal ini menjadi sorotan utama karena menggambarkan ketegangan diplomatik yang mendalam di tingkat internasional terkait konflik yang melibatkan Israel.






