Sektor industri percetakan di Indonesia bersiap menyambut inovasi terbaru melalui kolaborasi strategis antara Asosiasi PRINTRIDI dan Krista Exhibitions Group. Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam menyelenggarakan pameran ALLPrint Indonesia 2026, sebuah ajang yang diproyeksikan menjadi pusat perkembangan teknologi cetak terkini.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah menghadirkan integrasi antara teknologi cetak dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Langkah ini diambil untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai evolusi industri grafika, di mana metode cetak konvensional kini mulai bersinergi dengan teknologi manufaktur aditif atau cetak 3D yang semakin berkembang pesat.
Melalui ALLPrint Indonesia 2026, para pelaku industri, pengusaha, serta praktisi kreatif diharapkan dapat melihat secara langsung bagaimana penggabungan kedua teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi produksi serta membuka peluang kreativitas baru dalam pembuatan produk fisik maupun desain visual. Integrasi ini menjadi jawaban atas permintaan pasar yang menginginkan fleksibilitas dan presisi lebih tinggi dalam proses produksi.
Kehadiran pameran ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri kreatif di tanah air, sekaligus menjadi wadah pertukaran ilmu bagi para profesional di bidang percetakan. Dengan menggandeng Krista Exhibitions Group yang berpengalaman dalam manajemen pameran berskala besar, ALLPrint Indonesia 2026 ditargetkan menjadi barometer perkembangan teknologi cetak di kawasan regional.
Industri percetakan secara global memang tengah mengalami transformasi digital yang signifikan. Peralihan dari metode analog ke digital, serta munculnya teknologi 3D printing, telah mengubah cara perusahaan memproduksi prototipe hingga barang jadi. Inovasi ini tidak hanya berdampak pada kecepatan produksi, tetapi juga pada pengurangan limbah material, sehingga industri cetak kini bergerak menuju arah yang lebih berkelanjutan dan efisien.






