Kekuatan militer Amerika Serikat dijadwalkan akan segera mengosongkan pangkalan-pangkalan terakhir mereka di wilayah Irak. Proses penarikan pasukan ini diperkirakan akan rampung sepenuhnya paling lambat pada Rabu pekan ini.
Keputusan untuk menarik seluruh personel militer dari tanah Irak ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, terutama Iran. Teheran bersama dengan sekutu-sekutunya di kawasan tersebut secara terbuka merayakan langkah ini dan menganggapnya sebagai sebuah kemenangan strategis bagi mereka.
Penarikan pasukan ini menandai berakhirnya kehadiran militer AS di pangkalan-pangkalan yang selama ini mereka tempati. Langkah tersebut menjadi titik balik signifikan dalam hubungan diplomatik dan keamanan antara Amerika Serikat dengan pemerintah Irak, serta dinamika politik di kawasan Timur Tengah.
Keluarnya pasukan AS dari Irak dipandang sebagai pergeserakan pengaruh politik di wilayah tersebut. Selama bertahun-tahun, kehadiran militer Amerika Serikat di Irak telah menjadi isu sensitif yang kerap memicu ketegangan, baik di tingkat lokal maupun regional, terutama dalam persaingan pengaruh antara Amerika Serikat dan Iran.






