Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, memberikan analisis kritis terkait peluang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, diprediksi akan menghadapi tantangan berat jika harus mengelola partai sendirian demi mengejar target keterpilihan di parlemen.
Dedi menyoroti potensi kesulitan PSI dalam mencapai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar delapan persen. Dalam pandangannya, daya tarik personal Kaesang saat ini dinilai masih berada pada level yang setara dengan Giring Ganesha. Hal ini mengindikasikan bahwa ketergantungan pada satu sosok pemimpin saja tidak akan cukup untuk mendongkrak perolehan suara partai secara signifikan di tingkat nasional.
Lebih lanjut, analisis ini menekankan pentingnya strategi penguatan organisasi partai secara menyeluruh. Jika PSI hanya mengandalkan figuritas pemimpin tanpa adanya basis massa yang kuat dan terstruktur di berbagai daerah, maka target untuk menembus kursi DPR RI pada periode mendatang akan menjadi target yang sulit dicapai.
Keterpilihan sebuah partai politik dalam sistem pemilu di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara popularitas tokoh, mesin partai yang efektif, serta program kerja yang mampu menyentuh kebutuhan masyarakat luas. Oleh karena itu, penguatan struktur internal dan perluasan basis dukungan menjadi kunci utama bagi PSI agar tidak terhenti di ambang batas parlemen pada kontestasi politik mendatang.






