Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Kalimantan Selatan telah mengambil langkah antisipasi dengan menyiapkan fasilitas pendingin jenazah guna menangani korban tragedi Kapal Virgo Transport 8. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyimpanan jenazah tetap terjaga kualitasnya sebelum dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
Dalam persiapan tersebut, pihak kepolisian telah menyiagakan dua unit kontainer pendingin. Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas maksimal yang mampu menampung hingga 200 jenazah. Ketersediaan alat pendingin ini menjadi krusial mengingat skala tragedi yang terjadi dan potensi jumlah korban yang mungkin ditemukan dalam proses evakuasi.
Kehadiran kontainer pendingin ini diharapkan dapat mempercepat alur kerja tim DVI dalam mengelola jenazah yang ditemukan di lokasi kejadian. Dengan fasilitas yang memadai, proses autopsi dan identifikasi fisik dapat dilakukan secara lebih terstruktur, sehingga informasi mengenai identitas korban dapat segera disampaikan kepada keluarga dengan akurat.
Koordinasi antara tim medis, forensik, dan personel kepolisian terus diperkuat untuk memastikan seluruh prosedur penanganan korban dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana. Pihak berwenang menegaskan bahwa kesiapan sarana prasarana ini merupakan bagian dari komitmen Polda Kalsel dalam memberikan pelayanan maksimal dalam situasi darurat.
Secara umum, tim DVI merupakan unit khusus kepolisian yang memiliki keahlian dalam mengidentifikasi korban bencana alam maupun kecelakaan massal yang kondisinya sudah tidak utuh atau sulit dikenali. Proses identifikasi biasanya melibatkan pemeriksaan data primer seperti catatan medis gigi, sidik jari, serta analisis DNA untuk memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan bagi keluarga korban.






