Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, menyampaikan keyakinan kuat bahwa Iran kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara adidaya. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa era dominasi kekuatan asing di tanah Iran telah usai dan tidak akan pernah terulang kembali di masa depan.
Menurut Mojtaba, upaya dari pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran untuk mengembalikan pengaruh atau kontrol asing atas kedaulatan negara tersebut adalah hal yang mustahil. Ia menekankan bahwa ketahanan nasional dan kemandirian yang telah dibangun oleh Iran menjadi benteng utama dalam menghadapi tekanan internasional.
Lebih lanjut, optimisme ini didasari oleh keyakinan bahwa Iran telah memiliki modalitas yang cukup untuk berdiri sejajar dengan kekuatan global lainnya. Penolakan terhadap intervensi asing menjadi pilar utama dalam visi strategis yang diusung oleh kepemimpinan Revolusi Islam saat ini.
Klaim mengenai berakhirnya hegemoni asing ini juga dipandang sebagai bentuk penguatan moral bagi rakyat Iran dalam menghadapi berbagai tantangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dengan mengedepankan kemandirian, Iran berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan negara diambil tanpa tekanan dari kekuatan eksternal.
Secara historis, Iran merupakan salah satu peradaban tertua di dunia yang memiliki pengaruh besar di kawasan Asia Barat. Saat ini, negara tersebut terus berupaya memperkuat posisi tawar politik dan ekonominya di kancah internasional, meskipun sering kali harus berhadapan dengan sanksi ekonomi berat dan ketegangan diplomatik, terutama dengan Amerika Serikat dan sekutunya.






