Otoritas Bandara Internasional Najaf di Irak secara resmi mengumumkan penghentian sementara seluruh operasional penerbangan yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Iran. Keputusan ini mulai diberlakukan sejak hari Jumat dan akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Langkah penangguhan ini berdampak pada seluruh jadwal penerbangan, baik untuk pesawat yang berangkat menuju Iran maupun yang tiba dari negara tersebut. Pihak pengelola bandara menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas transportasi udara antara kedua negara melalui gerbang udara Najaf kini berada dalam status tidak aktif.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih rinci mengenai alasan spesifik di balik penghentian mendadak layanan penerbangan tersebut. Namun, pengumuman resmi telah disampaikan kepada para maskapai dan calon penumpang agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka. Pihak berwenang di Irak mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru terkait pembukaan kembali akses udara di Bandara Internasional Najaf.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku perjalanan, mengingat Bandara Internasional Najaf merupakan salah satu titik transit penting di Irak. Penutupan jalur udara ini diperkirakan akan memengaruhi mobilitas orang dan logistik antara Irak dan Iran dalam jangka pendek, sembari menunggu keputusan resmi mengenai normalisasi jadwal penerbangan.






