Pemerintah Thailand mengambil langkah tegas dalam menghadapi bencana banjir yang melanda wilayah ibu kota dan sekitarnya. Kabinet Thailand secara resmi menetapkan hari libur khusus bagi para pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di wilayah Bangkok serta tiga provinsi tetangganya.
Kebijakan ini berlaku selama dua hari, tepatnya pada tanggal 28 dan 29 September. Langkah darurat tersebut diambil mengingat kondisi banjir yang masih belum surut meski hujan telah mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Genangan air yang cukup tinggi membuat akses mobilitas menuju kantor-kantor pemerintahan menjadi terhambat dan berisiko bagi keselamatan para pegawai.
Keputusan untuk meliburkan aparatur sipil negara ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan banjir, sekaligus memberikan kesempatan bagi pemerintah setempat untuk fokus pada upaya mitigasi dan penanganan dampak bencana. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk memastikan keselamatan warga dan pegawai pemerintah agar tidak terjebak dalam situasi berbahaya akibat luapan air yang belum stabil.
Banjir di wilayah perkotaan seperti Bangkok sering kali menjadi tantangan besar bagi pemerintah Thailand, terutama saat memasuki puncak musim hujan. Kondisi geografis Bangkok yang berada di dataran rendah membuatnya sangat rentan terhadap akumulasi air hujan dan luapan sungai, yang sering kali melumpuhkan aktivitas ekonomi serta administrasi publik di pusat pemerintahan Thailand.





