Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor kembali melanda wilayah Nepal pada Minggu (27/9). Peristiwa tragis ini mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di area terdampak.
Berdasarkan laporan yang diterima, sedikitnya 14 orang dinyatakan meninggal dunia akibat terjangan air bah dan material longsoran. Selain korban jiwa, dilaporkan terdapat 11 orang lainnya yang hingga kini masih dalam status hilang dan belum ditemukan.
Kondisi cuaca ekstrem yang memicu curah hujan tinggi diduga menjadi penyebab utama terjadinya bencana ini. Aliran air yang deras membawa material tanah dan bebatuan dari area perbukitan, sehingga menghantam pemukiman warga secara tiba-tiba dan menyebabkan banyak korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Tim penyelamat dan otoritas setempat saat ini tengah berupaya melakukan pencarian terhadap para korban yang hilang. Proses evakuasi dilaporkan mengalami berbagai kendala akibat medan yang sulit serta risiko terjadinya longsor susulan di beberapa titik lokasi kejadian.
Nepal secara geografis merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat memasuki musim penghujan. Topografi wilayah yang didominasi oleh pegunungan tinggi, termasuk Pegunungan Himalaya, membuat kawasan ini sering mengalami tanah longsor dan banjir bandang yang dapat terjadi secara mendadak saat intensitas hujan meningkat tajam.






