Ekonomi

Bank Indonesia Cetak Ulang Rupiah dengan Tanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo, Ini Alasannya

Bank Indonesia Cetak Ulang Rupiah dengan Tanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo, Ini Alasannya

Bank Indonesia (BI) memberikan penjelasan resmi terkait keputusan untuk kembali mencetak uang rupiah yang memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, serta eks Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Langkah ini diambil sebagai bagian dari manajemen pengelolaan uang rupiah di masyarakat.

Keputusan pencetakan ulang ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang kartal yang cukup guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat. BI menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan prosedur rutin dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran di seluruh wilayah Indonesia, sehingga tidak terjadi kelangkaan uang tunai dalam peredaran.

Selain untuk menjaga ketersediaan stok, langkah ini juga berkaitan dengan siklus penggantian uang lama dengan uang baru. BI terus memantau kualitas uang yang beredar di masyarakat. Jika jumlah uang yang layak edar menurun atau permintaan terhadap denominasi tertentu meningkat, maka BI memiliki kewenangan untuk mencetak uang dengan spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Masyarakat diimbau untuk tidak merasa khawatir dengan adanya uang rupiah yang memiliki tanda tangan pejabat lama tersebut. Selama ciri-ciri keaslian uang (CKU) terpenuhi dan uang tersebut tidak rusak, maka uang tersebut tetap sah dan berlaku sebagai alat pembayaran yang legal di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

#Bank Indonesia#Rupiah#Kebijakan Moneter#Uang Tunai#Ekonomi Indonesia

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →