Robert Del Naja, sang vokalis dari grup musik ternama Massive Attack, dilaporkan telah ditangkap oleh pihak kepolisian saat menghadiri aksi solidaritas untuk Palestina di kota Liverpool, Inggris. Insiden penangkapan ini terjadi di tengah situasi politik yang memanas terkait konflik di Timur Tengah yang memicu berbagai gelombang demonstrasi di berbagai penjuru dunia.
Berdasarkan informasi yang tersedia, penangkapan terhadap musisi asal Inggris tersebut dipicu oleh tindakannya yang membawa sebuah poster dalam aksi massa tersebut. Poster yang dibawa Del Naja memuat pernyataan sikap yang dinilai oleh pihak berwenang melanggar aturan tertentu dalam pelaksanaan aksi unjuk rasa di wilayah tersebut.
Kejadian ini menambah daftar panjang figur publik dan seniman internasional yang berani menyuarakan dukungan mereka terhadap rakyat Palestina, meskipun harus menghadapi risiko hukum. Hingga saat ini, Robert Del Naja dikenal aktif dalam berbagai isu sosial dan politik, menjadikannya salah satu sosok yang vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah maupun situasi kemanusiaan global.
Penangkapan ini pun memicu reaksi dari para pendukungnya yang menilai bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat. Di sisi lain, kepolisian Inggris menegaskan bahwa tindakan penegakan hukum dilakukan untuk menjaga ketertiban umum selama berlangsungnya aksi massa di Liverpool agar tidak terjadi kericuhan yang lebih luas.
Inggris merupakan salah satu negara yang memiliki regulasi ketat terkait pelaksanaan demonstrasi, terutama jika aksi tersebut dianggap dapat mengganggu ketertiban umum atau mengandung unsur provokasi. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai aksi pro-Palestina di Inggris sering kali berujung pada ketegangan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan, yang kemudian memicu perdebatan mengenai batasan antara kebebasan berekspresi dan penegakan hukum pidana di ruang publik.






