Delegasi Republik Indonesia mengambil sikap tegas dengan melakukan aksi walk out atau meninggalkan ruangan saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan untuk menyampaikan pidatonya dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Aksi meninggalkan ruangan ini dilakukan sebagai bentuk protes keras dan penolakan terhadap kehadiran serta pernyataan pemimpin Israel di forum tertinggi dunia tersebut. Langkah diplomatik ini menegaskan posisi konsisten Indonesia yang tidak memberikan pengakuan diplomatik kepada Israel serta penolakannya terhadap kebijakan pemerintah Israel di wilayah Palestina.
Keputusan untuk keluar dari aula sidang tersebut merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia tetap berdiri bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak kemerdekaan dan keadilan. Tindakan ini bukan sekadar aksi simbolis, melainkan refleksi dari komitmen politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan pada penghapusan segala bentuk penjajahan di atas dunia, sebagaimana amanat konstitusi negara.
Kehadiran Netanyahu di Majelis Umum PBB memang kerap menjadi titik ketegangan bagi banyak negara anggota, terutama mereka yang mendukung solusi dua negara (two-state solution) dan menentang eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dengan melakukan walk out, delegasi Indonesia menunjukkan bahwa mereka tidak bersedia memberikan legitimasi terhadap narasi yang disampaikan oleh pemimpin Israel di hadapan komunitas internasional.






