Yusuf Kartiko akhirnya angkat bicara setelah menerima berbagai reaksi negatif dan hujatan dari netizen. Hal ini dipicu oleh kesaksian yang ia berikan terkait dugaan konsumsi minuman keras (miras) oleh Betrand Peto.
Dalam pernyataannya, Yusuf menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan dalam kesaksian tersebut didasari oleh kejujuran. Ia mengklaim tidak memiliki agenda tersembunyi maupun niat buruk untuk menjatuhkan atau menyakiti perasaan Betrand Peto melalui informasi yang ia ungkapkan ke publik.
Menurut Yusuf, penyampaian fakta tersebut merupakan bagian dari proses pemberian keterangan yang sejujurnya. Ia merasa terkejut dengan reaksi keras dari sebagian masyarakat yang justru menyudutkannya setelah ia memberikan testimoni mengenai perilaku Betrand Peto terkait alkohol.
Klarifikasi ini disampaikan Yusuf sebagai bentuk pembelaan diri atas tuduhan bahwa ia sengaja ingin merusak reputasi Betrand Peto. Ia berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara lebih objektif dan tidak terburu-buru dalam memberikan penghakiman tanpa memahami konteks lengkap dari kesaksian yang diberikan.
Klarifikasi ini muncul di tengah sorotan publik terhadap kehidupan pribadi para figur publik dan konten kreator di Indonesia, di mana setiap detail kehidupan mereka seringkali menjadi konsumsi massa. Fenomena 'cancel culture' atau penghujatan massal di media sosial kerap terjadi ketika ada pihak yang mengungkap sisi kontroversial dari seorang idola, sehingga memicu perdebatan sengit antara pendukung fanatik dengan pihak yang memberikan kritik atau kesaksian.






