Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara intensif mengawal proses penetapan status masa transisi dari fase darurat menuju fase pemulihan pascagempa yang melanda wilayah Kabupaten Ngada. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan terstruktur dan tepat sasaran bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Dalam proses transisi ini, BNPB berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memvalidasi data kerusakan serta menentukan skala prioritas pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Fokus utama dalam masa transisi ini adalah mengalihkan penanganan dari pemberian bantuan darurat berupa logistik dan tenda, menjadi pembangunan hunian tetap serta pemulihan fasilitas umum yang vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Pengawalan ketat dilakukan agar proses administrasi dan teknis dalam pengajuan bantuan stimulus pemulihan tidak mengalami kendala. BNPB menekankan pentingnya akurasi data dalam tahap ini, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan dan mempercepat proses pemulihan kondisi psikososial maupun fisik di wilayah terdampak.
Selain aspek pembangunan fisik, BNPB juga mendorong penguatan mitigasi bencana di tingkat lokal. Hal ini bertujuan agar masyarakat di Kabupaten Ngada memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana serupa di masa depan, sehingga risiko kerusakan dan jumlah korban dapat diminimalisir melalui perencanaan tata ruang yang lebih aman.






