Perusahaan teknologi otomotif terkemuka, Bosch, mengungkapkan kekhawatirannya terkait biaya perbaikan baterai pada kendaraan listrik (EV) yang tergolong sangat mahal. Tingginya biaya penggantian komponen utama ini dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada siklus hidup atau usia pakai mobil listrik secara keseluruhan.
Menurut analisis Bosch, baterai merupakan salah satu komponen paling mahal dalam sebuah kendaraan listrik. Ketika baterai mengalami penurunan performa atau kerusakan setelah beberapa tahun pemakaian, biaya untuk menggantinya sering kali tidak sebanding dengan nilai sisa kendaraan tersebut. Kondisi ini menciptakan risiko di mana pemilik kendaraan lebih memilih untuk membuang mobil tersebut daripada mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan baterai.
Kekhawatiran ini menjadi krusial karena tujuan utama dari transisi ke kendaraan listrik adalah untuk menciptakan transportasi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun, jika mobil listrik memiliki masa pakai yang lebih pendek akibat kendala biaya baterai, maka dampak positif terhadap lingkungan bisa terhambat oleh meningkatnya limbah kendaraan yang tidak terpakai.
Bosch menekankan pentingnya pengembangan teknologi baterai yang lebih tahan lama serta sistem manajemen baterai yang lebih efisien. Selain itu, pengembangan infrastruktur daur ulang baterai yang terjangkau juga menjadi kunci agar kendaraan listrik tidak hanya ramah emisi saat digunakan, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang hingga akhir masa pakainya.






