Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis data terbaru mengenai perkembangan inflasi di Indonesia untuk periode September 2026. Berdasarkan laporan tersebut, tercatat bahwa tingkat inflasi bulanan berada pada angka 0,30 persen.
Kenaikan indeks harga konsumen ini menjadi indikator penting dalam mengukur stabilitas harga barang dan jasa di pasar domestik. Meskipun terjadi peningkatan, angka tersebut mencerminkan dinamika ekonomi yang terus berjalan sepanjang kuartal ketiga tahun 2026.
Selain inflasi bulanan, BPS juga memaparkan data inflasi tahun kalender atau yang dikenal dengan istilah year-to-date (y-to-d). Hingga akhir September 2026, akumulasi inflasi tahunan tercatat berada pada posisi 2,17 persen. Angka ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai tren kenaikan harga sejak awal tahun hingga bulan September.
Data inflasi ini menjadi rujukan krusial bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menentukan kebijakan moneter serta langkah-langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat. Pengawasan terhadap komoditas pemicu inflasi tetap menjadi fokus utama guna memastikan stabilitas ekonomi makro tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik.






