Teknologi

BRIN Dorong Interoperabilitas SPKLU Melalui Implementasi Protokol OCPP

BRIN Dorong Interoperabilitas SPKLU Melalui Implementasi Protokol OCPP

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti pentingnya pengembangan konektivitas antaroperator dalam ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu fokus utamanya adalah mewujudkan interoperabilitas pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sehingga pengguna kendaraan listrik dapat mengisi daya dengan lebih mudah tanpa terikat pada satu operator tertentu.

Untuk mencapai target tersebut, BRIN melihat adanya peluang besar melalui penerapan teknologi Open Charge Point Protocol atau yang lebih dikenal dengan OCPP. Protokol terbuka ini dirancang khusus untuk menjembatani komunikasi antara stasiun pengisian daya dengan sistem manajemen pusat (backend). Dengan adanya standar komunikasi yang seragam, berbagai perangkat pengisian daya dari manufaktur yang berbeda dapat terintegrasi dalam satu jaringan layanan yang terpadu.

Implementasi OCPP dinilai menjadi solusi efektif untuk mengatasi fragmentasi layanan pengisian daya yang saat ini masih terjadi. Jika standar ini diterapkan secara luas, pengguna tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi berbeda untuk setiap operator SPKLU yang mereka temui. Sebaliknya, sistem yang interoperabel memungkinkan proses pembayaran dan autentikasi dilakukan secara lintas platform, yang pada akhirnya akan meningkatkan kenyamanan pengguna dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem transportasi berkelanjutan yang lebih efisien di Indonesia. Sinergi antara riset teknologi dan implementasi di lapangan menjadi kunci agar infrastruktur pengisian daya tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas dalam hal kemudahan akses bagi seluruh lapisan pengguna.

#Kendaraan Listrik#SPKLU#BRIN#Teknologi Hijau#Infrastruktur Energi

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →