Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa komoditas daging ayam ras secara konsisten menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya inflasi di wilayah Ibu Kota. Produk pangan ini masuk dalam kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks harga konsumen di Jakarta.
Kenaikan harga daging ayam ras dinilai memiliki dampak yang luas karena merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Jakarta. Fluktuasi harga pada komoditas ini sering kali terjadi akibat ketidakseimbangan antara permintaan pasar yang tinggi dengan ketersediaan pasokan di tingkat produsen maupun distributor.
BPS mencatat bahwa volatilitas harga pangan, terutama daging ayam ras, memerlukan perhatian khusus dalam pengendalian inflasi daerah. Kenaikan harga yang terjadi secara berulang pada komoditas ini menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasar-pasar tradisional maupun modern di seluruh wilayah Jakarta.
Upaya pengendalian inflasi melalui koordinasi antarlembaga diharapkan dapat menekan laju kenaikan harga pangan agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Pengawasan rantai distribusi dan pemantauan stok pangan secara berkala menjadi kunci utama agar daging ayam ras tidak terus-menerus menjadi pemicu utama lonjakan inflasi di Jakarta.






