Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait struktur organisasi di lingkungan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan anak perusahaannya, PT Pertagas. Langkah evaluasi ini dilakukan guna memastikan tata kelola perusahaan berjalan lebih efisien dan efektif dalam mendukung target strategis pemerintah.
Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa proses pengkajian struktur baru tersebut masih berlangsung. Penataan ini dipandang perlu agar terdapat sinkronisasi peran antara Pertagas dan PGN, sehingga tidak terjadi tumpang tindih fungsi operasional yang dapat menghambat produktivitas perusahaan.
Fokus utama dari evaluasi ini adalah menciptakan struktur yang lebih ramping namun tetap memiliki kapabilitas tinggi dalam mengelola distribusi gas bumi di Indonesia. Dengan adanya penyesuaian organisasi, diharapkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran, terutama dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin dinamis.
Lebih lanjut, Danantara menekankan bahwa perubahan struktur ini bukan sekadar perombakan administratif, melainkan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan kontribusi maksimal bagi pendapatan negara. Proses kajian akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari efisiensi biaya operasional hingga optimalisasi sumber daya manusia yang ada di kedua entitas tersebut.
Sebagai informasi, PGN merupakan perusahaan penyedia energi terintegrasi yang memegang peran krusial dalam distribusi gas bumi di Indonesia. Sektor gas bumi sendiri menjadi salah satu pilar penting dalam transisi energi nasional menuju energi yang lebih bersih, sekaligus menjadi penggerak utama bagi sektor industri dan rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia.






