PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melakukan terobosan dalam manajemen energi dengan menerapkan sistem digital pada seluruh kegiatan bunker kapal. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan akurasi pencatatan penggunaan bahan bakar serta mempermudah pengawasan operasional di lapangan secara lebih real-time.
Implementasi teknologi digital dalam proses pengisian bahan bakar (bunker) ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan manusia dalam pendataan manual yang selama ini menjadi tantangan dalam operasional kapal. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan kini memiliki kemampuan untuk memantau volume konsumsi BBM dengan lebih presisi, sehingga efisiensi biaya operasional dapat lebih terukur dan terkontrol.
Selain meningkatkan akurasi data, digitalisasi ini juga berfungsi sebagai instrumen pengawasan yang lebih ketat. Manajemen dapat dengan mudah mengidentifikasi pola konsumsi bahan bakar pada setiap armada, yang pada gilirannya akan membantu dalam perencanaan logistik energi yang lebih efektif. Hal ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan kinerja armada pengangkut dan pendukung operasional di wilayah perairan.
Transformasi digital ini mencerminkan komitmen PT Pertamina Trans Kontinental dalam mengadopsi teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan standar keselamatan dan efisiensi kerja. Dengan data yang tersaji secara transparan dan akurat, pengambilan keputusan terkait distribusi dan penggunaan energi di kapal dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sebagai informasi, sektor transportasi laut dan logistik energi merupakan pilar penting dalam distribusi komoditas di Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Pengelolaan bahan bakar kapal yang efisien menjadi kunci utama dalam menekan biaya logistik nasional serta mengurangi risiko kebocoran anggaran operasional pada perusahaan pengelola armada kapal.






