Pemilik kendaraan listrik kini dihadapkan pada tantangan finansial yang cukup signifikan saat mobil mereka mulai memasuki usia tua. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah tingginya biaya perbaikan, terutama yang berkaitan dengan komponen inti kendaraan, yakni baterai dan sistem tegangan tinggi.
Berdasarkan analisis biaya perawatan, ditemukan bahwa biaya penggantian baterai serta servis menyeluruh pada sistem kelistrikan tegangan tinggi seringkali sangat mahal. Dalam beberapa kasus, jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pemulihan fungsi kendaraan tersebut justru melampaui nilai jual mobil listrik tersebut di pasar barang bekas.
Kondisi ini menciptakan risiko bagi masa pakai kendaraan listrik. Ketika biaya perbaikan dianggap tidak lagi ekonomis dibandingkan dengan harga pasar mobil bekasnya, banyak pemilik yang kemungkinan besar akan memilih untuk tidak memperbaiki kendaraan mereka. Akibatnya, umur operasional mobil listrik menjadi lebih pendek daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Masalah ini menjadi perhatian serius bagi konsumen yang mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik bekas. Ketergantungan pada kesehatan baterai sebagai komponen termahal dalam kendaraan listrik membuat depresiasi harga terjadi lebih cepat dibandingkan kendaraan konvensional, terutama jika dukungan purnajual dan ketersediaan suku cadang baterai yang terjangkau belum merata.






