Internasional

Diplomasi Budaya Peng Liyuan: Strategi 'Soft Power' China di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Diplomasi Budaya Peng Liyuan: Strategi 'Soft Power' China di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Di tengah memanasnya hubungan diplomatik antara dua kekuatan besar dunia, China dan Amerika Serikat, peran Ibu Negara China, Peng Liyuan, menjadi sorotan dalam kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Washington. Peng Liyuan hadir tidak sekadar sebagai pendamping suami, melainkan membawa misi khusus untuk mencairkan suasana melalui pendekatan yang lebih humanis.

Strategi yang diterapkan oleh Peng Liyuan berfokus pada penggunaan seni dan budaya sebagai jembatan komunikasi. Dalam berbagai agenda kunjungan tersebut, ia tampil dengan citra yang ramah dan terbuka, berusaha menampilkan sisi lembut dari pemerintah China di mata publik internasional, khususnya masyarakat Amerika Serikat.

Penggunaan instrumen budaya ini dipandang sebagai upaya strategis untuk membangun persepsi positif dan mengurangi ketegangan politik yang menyelimuti hubungan bilateral kedua negara. Dengan menekankan pada nilai-nilai seni dan pertukaran budaya, Peng Liyuan mencoba menggeser narasi persaingan geopolitik yang kaku menjadi interaksi yang lebih hangat dan bersahabat.

Kehadiran Peng Liyuan dalam kunjungan kenegaraan ini menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya terjadi di meja perundingan antar kepala negara, tetapi juga melalui interaksi sosial dan simbolisme budaya. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dan mengurangi gesekan diplomatik yang selama ini terjadi antara Beijing dan Washington.

#China#Amerika Serikat#Diplomasi#Peng Liyuan#Hubungan Internasional

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →
Diplomasi Budaya Peng Liyuan: Strategi 'Soft Power' China di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat | Portal Solusindo