Kekaisaran bisnis yang dibangun oleh pengusaha Prajogo Pangestu melalui Grup Barito terus menunjukkan taringnya di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per Senin (28/9), berbagai emiten di bawah naungan grup ini mencatatkan kapitalisasi pasar yang sangat fantastis, mencapai angka Rp 935 triliun.
Dominasi ini terlihat jelas melalui beberapa perusahaan publik utama milik Prajogo Pangestu, di antaranya adalah PT Barito Pacific Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Besarnya nilai kapitalisasi pasar tersebut menempatkan Grup Barito sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks saham di tanah air.
Namun, di tengah pertumbuhan nilai aset yang masif tersebut, posisi Grup Barito tidak sepenuhnya tanpa tantangan. Laporan menyebutkan bahwa pencapaian kapitalisasi pasar yang tinggi ini masih dibayangi oleh analisis dari HSC, yang memberikan catatan kritis terkait valuasi atau kondisi tertentu dari emiten-emiten tersebut.
Kenaikan nilai pasar yang drastis pada saham-saham Grup Barito seringkali menjadi sorotan para investor dan analis pasar modal. Hal ini dikarenakan besarnya bobot saham tersebut dalam portofolio investasi, sehingga setiap fluktuasi harga saham BREN maupun TPIA dapat memberikan dampak yang cukup terasa terhadap stabilitas pasar saham secara keseluruhan.






