Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyatakan dukungan penuh agar seni bela diri pencak silat dapat dipertandingkan dalam ajang Olimpiade 2028. Harapan ini muncul sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kancah olahraga dunia yang paling bergengsi.
Menurut Indroyono, kehadiran pencak silat di Olimpiade bukan sekadar tentang kompetisi olahraga, melainkan juga menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif. Dengan masuknya cabang olahraga ini, identitas dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia diharapkan dapat lebih dikenal oleh masyarakat internasional, khususnya di Amerika Serikat sebagai salah satu pusat perhatian dunia.
Upaya mendorong pencak silat ke level Olimpiade memerlukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC). Dukungan diplomatik dari perwakilan Indonesia di luar negeri diharapkan mampu memperkuat posisi pencak silat agar memenuhi kriteria teknis dan popularitas yang ditetapkan oleh otoritas olahraga dunia.
Langkah strategis ini dipandang penting untuk memberikan motivasi bagi para atlet pencak silat di tanah air agar terus meningkatkan prestasi. Selain itu, pengakuan dunia terhadap pencak silat akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara asal seni bela diri tersebut, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dan disiplin yang terkandung dalam filosofi silat.
Sebagai informasi, pencak silat merupakan seni bela diri tradisional asli Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2019. Pengakuan internasional ini menjadi landasan kuat bagi pengembangan pencak silat, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai cabang olahraga prestasi yang kini semakin diminati oleh berbagai negara di Asia dan dunia.





