Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan keterangan resmi terkait peristiwa dugaan keracunan massal yang melanda ratusan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUD Dr Soetomo. Insiden ini menjadi perhatian serius setelah sejumlah tenaga medis yang sedang menempuh pendidikan spesialis mengalami gejala gangguan kesehatan secara bersamaan.
Berdasarkan penelusuran awal, pihak Unair menduga bahwa pemicu utama dari kejadian ini adalah konsumsi nasi kotak yang disediakan oleh pihak vendor. Diduga terdapat kontaminasi atau ketidaklayakan pada makanan yang dikonsumsi oleh para peserta PPDS tersebut, sehingga menimbulkan reaksi keracunan massal.
Unair menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas guna memastikan kesehatan dan keselamatan para peserta didik. Pihak kampus bekerja sama dengan otoritas kesehatan terkait untuk melakukan investigasi lebih mendalam, termasuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi guna menemukan penyebab pasti dari kontaminasi tersebut.
Selain itu, Unair menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap vendor penyedia konsumsi di lingkungan institusi pendidikan dan kesehatan. Langkah preventif akan ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat beban kerja peserta PPDS yang sudah sangat tinggi sehingga kesehatan fisik menjadi prioritas utama dalam menunjang pelayanan medis di rumah sakit.
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) merupakan tahapan pendidikan lanjutan bagi dokter umum untuk menjadi dokter spesialis di bidang tertentu. Proses pendidikan ini melibatkan praktik klinis yang intensif di rumah sakit pendidikan, seperti RSUD Dr Soetomo, yang merupakan salah satu pusat rujukan kesehatan terbesar di Jawa Timur. Mengingat jadwal kerja yang padat dan tekanan tinggi, pemenuhan nutrisi yang higienis menjadi faktor krusial bagi para dokter muda agar tetap optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.






