Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden penembakan yang menyebabkan seorang remaja meninggal dunia di Kota Makassar. Peristiwa tragis tersebut diduga terjadi di tengah situasi tawuran antar kelompok remaja yang berlangsung di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari proses pengusutan, Propam Polda Sulsel telah memanggil dan memeriksa 11 personel polisi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengklarifikasi peran serta prosedur yang dijalankan oleh petugas di lapangan saat menghadapi situasi konflik antar remaja tersebut. Pihak kepolisian berupaya memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam penggunaan senjata api selama penanganan kejadian.
Hingga saat ini, proses pemeriksaan terhadap ke-11 anggota polisi tersebut masih terus berjalan. Penyidik Propam mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti guna mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa penembakan tersebut. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum dan transparansi kepada masyarakat, terutama keluarga korban, mengenai penyebab pasti kematian remaja tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat melibatkan aparat penegak hukum dalam situasi yang seharusnya dapat dikendalikan. Pihak Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan objektif, terlepas dari posisi personel yang diperiksa, guna menjaga integritas institusi Polri di mata masyarakat.






