Raksasa hiburan dunia, Walt Disney, dilaporkan kembali melakukan langkah efisiensi dengan memangkas ratusan posisi karyawan. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kali ini menyasar dua departemen utama, yakni divisi sumber daya manusia (HR) dan departemen teknologi.
Keputusan strategis ini diambil di tengah dinamika industri hiburan yang kian kompetitif. Meskipun tidak merinci jumlah pasti karyawan yang terdampak, langkah pengurangan tenaga kerja ini menunjukkan adanya upaya perusahaan untuk merampingkan struktur organisasi guna mengoptimalkan biaya operasional.
Fokus pemangkasan pada sektor teknologi dan HR mengindikasikan adanya pergeseran strategi internal perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia serta infrastruktur digitalnya. Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap tekanan pasar dan perubahan tren konsumsi konten yang memaksa perusahaan hiburan untuk lebih adaptif dan efisien dalam menjalankan bisnisnya.
Kondisi ekonomi global yang tidak menentu serta persaingan ketat dengan platform streaming baru turut menjadi faktor yang mendorong berbagai perusahaan media besar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengeluaran mereka. Disney berupaya memastikan bahwa alokasi sumber daya perusahaan benar-benar tepat sasaran untuk menjaga profitabilitas jangka panjang di mata para investor.






