Keterbatasan akses terhadap layanan Google ternyata tidak menjadi penghalang bagi Huawei untuk memperkuatkan posisinya di pasar teknologi Indonesia. Alih-alih menarik diri, raksasa teknologi asal Tiongkok ini justru menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan melalui perluasan jaringan distribusi fisik.
Huawei Device Indonesia melaporkan pencapaian strategis dengan mengoperasikan hingga 100 Huawei Experience Store (HES) pada September 2026. Langkah ekspansi besar-besaran ini mengindikasikan kepercayaan diri perusahaan terhadap minat konsumen Indonesia terhadap ekosistem perangkat mereka, meskipun harus beroperasi tanpa dukungan aplikasi bawaan Google.
Strategi pengembangan gerai fisik ini diduga menjadi kunci utama Huawei dalam membangun interaksi langsung dengan pelanggan. Dengan hadirnya Huawei Experience Store, konsumen dapat mencoba langsung berbagai lini produk, mulai dari ponsel pintar, tablet, hingga perangkat wearable, sehingga nilai jual produk dapat tersampaikan lebih efektif dibandingkan hanya melalui kanal penjualan daring.
Keberhasilan mencapai angka 100 gerai ini menjadi bukti bahwa strategi adaptasi Huawei di pasar lokal berjalan efektif. Perusahaan fokus pada inovasi perangkat keras dan pengembangan ekosistem alternatif untuk mengisi kekosongan layanan yang ditinggalkan Google, guna memastikan pengalaman pengguna tetap optimal di tanah air.
Sebagai informasi, Huawei merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi dan perangkat elektronik terbesar di dunia yang memiliki lini bisnis luas, mulai dari infrastruktur jaringan 5G hingga perangkat konsumen. Di pasar global, Huawei telah lama beradaptasi dengan pengembangan AppGallery sebagai alternatif toko aplikasi untuk menggantikan Google Play Store, guna menjaga keberlangsungan ekosistem perangkat mereka di berbagai negara.






