Produk abalone asal Wando, Korea Selatan, terus memperkuat posisinya di pasar kuliner kelas atas Indonesia. Setelah mencatat pertumbuhan positif selama dua tahun terakhir, produk pangan laut premium ini kini mulai mengalihkan fokus strategisnya untuk menjangkau segmen bisnis ke bisnis atau B2B.
Keberhasilan ekspansi pasar yang dilakukan Wando menunjukkan tingginya minat konsumen Indonesia terhadap bahan pangan impor berkualitas tinggi, khususnya dari Korea Selatan. Abalone Wando dinilai memiliki standar kualitas yang konsisten sehingga mampu bersaing di pasar kuliner premium yang sangat selektif.
Dalam langkah strategis terbarunya, Wando tidak lagi hanya menyasar konsumen akhir secara ritel, tetapi mulai membidik kemitraan dengan berbagai pelaku usaha kuliner. Segmen B2B yang dituju meliputi hotel berbintang, restoran mewah, hingga katering eksklusif yang membutuhkan pasokan bahan baku premium untuk menu-menu spesial mereka.
Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan secara signifikan dan memperluas distribusi produk Abalone Wando di berbagai kota besar di Indonesia. Dengan masuk ke rantai pasok industri kuliner, Wando berupaya membangun loyalitas merek melalui kolaborasi dengan para chef profesional yang dapat mengolah abalone menjadi hidangan gourmet bagi pelanggan mereka.
Sebagai informasi, abalone merupakan jenis moluska laut yang sangat dihargai dalam dunia kuliner Asia, terutama di Korea dan Jepang, karena teksturnya yang kenyal serta kandungan nutrisinya yang tinggi. Di pasar internasional, abalone sering dijuluki sebagai 'emas laut' karena harganya yang relatif mahal dan proses budidaya yang memerlukan ketelitian tinggi untuk menjaga kualitas rasa dan kebersihan produk.






