Industri perfilman horor tanah air kembali menghadirkan inovasi melalui karya terbaru berjudul 'Aplikasi Iblis'. Film produksi NIH Pictures ini tampil beda dengan mencoba menggabungkan elemen teror supranatural yang klasik dengan sentuhan fiksi ilmiah, khususnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menariknya, proyek film ini ditangani oleh aktor Dimas Anggara yang kini mengambil peran sebagai sutradara. Melalui arahan Dimas, 'Aplikasi Iblis' berusaha memberikan perspektif baru dalam genre horor, di mana ketakutan tidak hanya bersumber dari entitas gaib, tetapi juga beririsan dengan kemajuan teknologi digital yang semakin kompleks dalam kehidupan manusia modern.
Pendekatan yang memadukan unsur supranatural dan AI ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang lebih segar dan relevan bagi audiens masa kini. Dengan menggabungkan dua dunia yang kontras—mistis dan teknologi—film ini mencoba menggali potensi ketakutan psikologis yang muncul ketika batas antara dunia digital dan dunia roh menjadi kabur.
Langkah Dimas Anggara dalam merambah dunia penyutradaraan melalui genre horor futuristik ini menjadi salah satu hal yang dinantikan oleh para pencinta film. Kolaborasi antara visi kreatif sutradara dan dukungan produksi dari NIH Pictures diproyeksikan mampu menciptakan atmosfer mencekam yang belum pernah ada sebelumnya di layar lebar Indonesia.
Genre horor di Indonesia memang terus mengalami evolusi. Jika sebelumnya film horor lebih banyak berfokus pada mitos daerah, legenda urban, atau ritual adat, kini mulai muncul tren horor psikologis dan horor teknologi. Pergeseran ini mencerminkan bagaimana masyarakat urban mulai merasakan kecemasan baru yang berkaitan dengan ketergantungan manusia terhadap gawai dan algoritma, sehingga tema teknologi menjadi lahan kreatif yang potensial untuk dieksplorasi oleh para sineas lokal.






