Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kembali mendapatkan mandat untuk memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) wilayah Jawa Timur. Dalam pemilihan terbaru, Emil terpilih kembali sebagai Ketua Umum untuk masa bakti periode 2026–2031.
Kepercayaan yang diberikan oleh para anggota ini diharapkan dapat membawa kesinambungan dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah di wilayah Jawa Timur. Fokus utama dari kepemimpinan Emil pada periode mendatang adalah memperkokoh ekosistem ekonomi syariah serta memperkuat rantai pasok produk halal di daerah tersebut.
Dalam arahannya, Emil menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip ekonomi syariah tidak hanya menjadi konsep, tetapi dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat luas. Penguatan ekosistem ini mencakup pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih kompetitif dan sesuai dengan standar syariah.
Selain itu, pengembangan rantai nilai halal menjadi prioritas strategis guna meningkatkan nilai tambah produk lokal Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional. Dengan integrasi yang lebih kuat antara sektor produksi, distribusi, hingga pemasaran, diharapkan ekonomi syariah dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ekonomi syariah sendiri merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam, yang mengedepankan keadilan, transparansi, dan pelarangan riba (bunga). Di Indonesia, pengembangan ekonomi syariah terus didorong melalui berbagai program pemerintah dan lembaga terkait guna menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, mengingat populasi Muslim yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.






