Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti para penyintas bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Hingga Selasa (29/9/2026), sejumlah warga dilaporkan masih harus bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di kawasan Tendakinde.
Sudah enam pekan berlalu sejak bencana alam tersebut melanda wilayah tersebut, namun fasilitas tempat tinggal sementara berupa tenda darurat masih menjadi satu-satunya tempat bernaung bagi para korban. Ketergantungan pada tenda ini menunjukkan bahwa proses pemulihan tempat tinggal bagi warga terdampak belum berjalan dengan cepat.
Kondisi di kamp pengungsian menggambarkan perjuangan warga dalam menghadapi masa sulit pasca bencana. Kebutuhan dasar dan harapan untuk dapat kembali ke rumah yang layak menjadi prioritas utama bagi para penyintas yang hingga kini masih terpisah dari tempat tinggal permanen mereka.
Situasi ini menekankan pentingnya percepatan bantuan rehabilitasi bangunan dan penyediaan hunian sementara yang lebih layak guna mengurangi beban psikologis serta fisik para pengungsi yang telah berminggu-minggu hidup dalam keterbatasan di tenda darurat.






