Proses evakuasi dan pembersihan bangkai Kapal Virgo Transport menghadapi tantangan berat di lapangan. Berdasarkan keterangan dari Basarnas Banjarmasin, kondisi fisik kapal yang telah lama tenggelam menyebabkan akses masuk ke bagian dalam badan kapal menjadi sangat terbatas.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Banjarmasin, Bramantya Semara, mengungkapkan bahwa sebagian besar lorong di dalam bangkai kapal tersebut kini dalam kondisi tertutup. Penumpukan material dan endapan lumpur menjadi faktor utama yang menghambat pergerakan tim di dalam struktur kapal.
Kondisi ini membuat proses penyisiran dan pemeriksaan di dalam ruangan-ruangan kapal memerlukan ketelitian ekstra dan waktu yang lebih lama. Tim penyelamat harus memastikan keamanan jalur sebelum melakukan eksplorasi lebih jauh ke bagian dalam badan kapal guna memastikan tidak ada objek atau korban yang tertinggal.
Basarnas terus berupaya mencari solusi teknis untuk membuka akses yang tertutup tersebut. Koordinasi antarinstansi terkait terus diperkuat guna mempercepat proses evakuasi bangkai kapal yang mengganggu jalur pelayaran maupun ekosistem di sekitar lokasi kejadian.
Sebagai informasi, Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pencarian dan pertolongan terhadap orang yang hilang atau menghadapi bahaya dalam kecelakaan, bencana alam, maupun kondisi darurat lainnya di seluruh wilayah Indonesia.






