Menteri Perindustrian yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo, Sarmuji, menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sektor industri nasional. Langkah awal yang akan diambil oleh Menperin adalah memetakan berbagai permasalahan krusial yang saat ini menghambat pertumbuhan industri di Indonesia.
Salah satu prioritas utama dalam agenda kerja Sarmuji adalah membenahi sektor industri padat karya, terutama industri tekstil. Sektor ini dinilai memerlukan perhatian khusus mengingat besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap serta tantangan besar yang dihadapi dalam menjaga daya saing produk lokal di pasar domestik maupun internasional.
Sarmuji menekankan bahwa pemetaan masalah menjadi kunci utama sebelum mengambil langkah kebijakan yang lebih konkret. Dengan mengidentifikasi titik lemah di berbagai lini produksi dan distribusi, pemerintah berharap dapat menghadirkan solusi yang tepat sasaran untuk memulihkan performa industri padat karya yang sempat mengalami tekanan.
Upaya pembenahan ini diharapkan tidak hanya mampu menyelamatkan perusahaan-perusahaan tekstil yang sedang terpuruk, tetapi juga mampu mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih sehat dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
Sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu pilar ekonomi kreatif dan manufaktur terbesar di Indonesia yang menyerap jutaan tenaga kerja. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, industri ini menghadapi tantangan berat akibat banjir produk impor ilegal serta penurunan permintaan pasar, sehingga memerlukan intervensi kebijakan strategis dari pemerintah untuk menjaga stabilitas lapangan kerja.






