Teheran — Garda Revolusi Iran mengeluarkan pernyataan terbuka yang ditujukan kepada masyarakat Amerika Serikat pada Selasa (29/9/2026). Dalam pesan tersebut, Iran memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi yang akan dihadapi AS jika melakukan tindakan agresif terhadap wilayah kedaulatan mereka.
Juru bicara Garda Revolusi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila terjadi serangan baru dari pihak Amerika Serikat. Sebagai bentuk kesiagaan, Iran mengancam akan mengerahkan berbagai persenjataan terbaru dalam merespons setiap provokasi atau serangan militer yang mungkin terjadi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk deteren atau pencegahan agar Amerika Serikat tidak melakukan tindakan unilateral yang dapat memicu konflik lebih luas di kawasan. Pihak Garda Revolusi menekankan bahwa kesiapan militer mereka saat ini berada pada level tertinggi untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional Iran.
Ketegangan antara Teheran dan Washington memang telah berlangsung lama, terutama terkait isu pengembangan program nuklir Iran serta pengaruh politik Iran di Timur Tengah. Penggunaan retorika militer ini dipandang sebagai upaya Iran untuk menunjukkan kekuatan pertahanannya di hadapan tekanan internasional yang terus mengalir terhadap pemerintahannya.
Secara umum, hubungan antara Iran dan Amerika Serikat telah mengalami pasang surut selama beberapa dekade terakhir, yang ditandai dengan penerapan berbagai sanksi ekonomi serta ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Konflik kedua negara ini sering kali berdampak pada stabilitas harga minyak dunia dan keamanan jalur pelayaran internasional, mengingat posisi strategis Iran di wilayah Timur Tengah.






