Gunung Ili Lewotolok yang terletak di wilayah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Sabtu pagi. Aktivitas vulkanik yang meningkat ini sempat memicu kekhawatiran warga sekitar setelah terdengar suara dentuman keras yang berasal dari arah puncak gunung.
Kenaikan aktivitas gunung api ini menjadi peringatan bagi masyarakat di sekitar lereng gunung untuk tetap waspada. Meskipun durasi erupsi tidak disebutkan secara mendetail, namun frekuensi letusan yang terjadi dua kali dalam waktu singkat menunjukkan bahwa gunung api tersebut masih berada dalam fase aktif.
Hingga saat ini, otoritas terkait terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan dari petugas mitigasi bencana dan menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan guna menghindari risiko terkena material vulkanik atau abu panas yang mungkin terlempar saat terjadi letusan susulan.
Gunung Ili Lewotolok merupakan salah satu gunung api aktif di Nusa Tenggara Timur yang memiliki sejarah erupsi cukup panjang. Kawasan NTT sendiri secara geografis terletak di jalur cincin api Pasifik (Ring of Fire), yang menjadikannya wilayah dengan konsentrasi gunung api aktif yang tinggi. Hal ini menyebabkan berbagai wilayah di NTT seringkali mengalami aktivitas vulkanik yang memerlukan pemantauan ketat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) demi keselamatan warga setempat.






