Seorang penulis sekaligus tokoh masyarakat Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah, yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Lilur, secara resmi meluncurkan sebuah karya tulis terbaru. Risalah tersebut mengusung judul "NU, Gus Dur, dan Bromocorah Politik", sebuah karya yang memuat berbagai refleksi mendalam serta analisis kritis terhadap situasi organisasi dan peta politik saat ini.
Gus Lilur, yang sebelumnya juga dikenal melalui karyanya yang berjudul "Prabowo untuk Indonesia Raya", mencoba membedah keterkaitan antara organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dengan dinamika kekuasaan. Dalam tulisan terbarunya ini, ia memberikan perspektif mengenai posisi Nahdlatul Ulama dan warisan pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di tengah pusaran kepentingan politik yang kompleks.
Karya ini hadir sebagai bentuk kontribusi intelektual Gus Lilur dalam mengawal arah perkembangan organisasi serta memberikan sumbangsih pemikiran bagi para warga NU. Melalui risalah tersebut, penulis mengajak pembaca untuk merenungkan kembali nilai-nilai dasar perjuangan organisasi dalam menghadapi tantangan zaman, terutama saat berhadapan dengan berbagai manuver politik yang kerap terjadi di ruang publik.
Peluncuran risalah ini diharapkan dapat memicu diskusi yang sehat dan konstruktif di kalangan santri, intelektual, maupun masyarakat umum mengenai peran strategis organisasi kemasyarakatan dalam menjaga stabilitas demokrasi serta integritas moral bangsa.






