Produksi film horor terbaru berjudul 'Kuasa Gelap: Perjanjian Darah' membawa pendekatan yang berbeda dalam pemilihan pemerannya. Produser sekaligus penulis skenario, Robert Ronny, menegaskan bahwa pihaknya sengaja memilih aktor-aktor wajah baru untuk menghidupkan karakter dalam film tersebut, terutama bagi peran yang mengalami fenomena kerasukan.
Keputusan untuk tidak menggunakan aktor papan atas yang sudah dikenal luas bertujuan untuk menjaga tingkat kepercayaan penonton terhadap cerita. Menurut Robert, kehadiran wajah-wajah baru diharapkan dapat meminimalisir distraksi bagi audiens. Dengan demikian, penonton tidak akan terfokus pada popularitas aktor yang berperan, melainkan sepenuhnya terhanyut dalam atmosfer mencekam dan teror yang dibangun di dalam alur cerita.
Robert Ronny menjelaskan bahwa dalam genre horor, terutama yang mengangkat tema okultisme atau perjanjian terlarang, reaksi natural dari pemeran sangatlah krusial. Penggunaan aktor baru dianggap mampu memberikan kesan lebih organik dan nyata, sehingga adegan-adegan intens, seperti momen kerasukan, dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada penonton tanpa terbebani oleh citra publik sang aktor di dunia nyata.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi kreatif untuk memberikan pengalaman sinematik yang lebih segar. Pihak produksi percaya bahwa kualitas akting dan kesesuaian karakter dengan kebutuhan naskah jauh lebih penting daripada sekadar menjual nama besar. Hal ini diharapkan dapat mengangkat standar film horor domestik yang tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga kekuatan karakterisasi yang kuat.
Film horor di Indonesia memang terus mengalami perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir, dengan pergeseran tren dari horor konvensional menuju horor psikologis dan folk-horror yang mengangkat mitos lokal. Penggunaan aktor baru dalam industri film nasional juga sering menjadi strategi untuk menemukan talenta muda berbakat yang mampu memberikan warna baru bagi perkembangan sinema tanah air.






