Perkumpulan Wanita Alumni Timur Tengah (PERWATT) secara resmi memperingati hari lahirnya yang ke-33. Momentum bersejarah ini dirayakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam rangkaian acara tersebut, PERWATT menekankan pentingnya penguatan peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Sebagai organisasi yang menghimpun para alumni pendidikan Timur Tengah, PERWATT berkomitmen untuk terus menjadi wadah pemberdayaan intelektual bagi perempuan, sekaligus memastikan kontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Indonesia.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam peringatan Harlah kali ini adalah penyampaian gagasan mengenai pembangunan ekosistem haji. PERWATT memandang perlunya sebuah sistem yang terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman jamaah haji. Gagasan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tata kelola penyelenggaraan ibadah haji agar lebih efektif dan efisien.
Melalui visi tersebut, PERWATT berupaya memosisikan diri bukan hanya sebagai komunitas alumni, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan konstruktif, khususnya terkait isu-isu keagamaan dan pemberdayaan perempuan. Organisasi ini berharap sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dapat terwujud demi kemaslahatan umat.
Sebagai organisasi alumni, PERWATT memiliki peran strategis dalam menjembatani pemahaman keislaman yang moderat dan inklusif di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan dari berbagai universitas ternama di Timur Tengah, para anggotanya seringkali menjadi rujukan dalam kajian fikih, bahasa Arab, serta pengembangan pendidikan Islam di tingkat nasional, yang berkontribusi pada peningkatan literasi keagamaan masyarakat.






