Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan telah melakukan modifikasi terhadap teknologi rudal jelajah yang berasal dari Iran. Langkah ini diduga kuat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas serangan dalam konflik berkepanjangan yang terjadi di wilayah Yaman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses modifikasi senjata tersebut tidak dilakukan secara mandiri oleh kelompok Houthi. Terdapat indikasi kuat bahwa mereka mendapatkan dukungan teknis dan bantuan strategis dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebuah unit militer elit Iran yang memiliki pengaruh luas di kawasan Timur Tengah.
Keterlibatan IRGC dalam hal ini memperkuat dugaan adanya transfer teknologi militer dari Teheran kepada kelompok Houthi. Dengan memodifikasi rudal jelajah tersebut, Houthi diharapkan mampu menjangkau target yang lebih jauh dan memiliki akurasi yang lebih tinggi dalam operasi militer mereka.
Situasi ini menambah kompleksitas konflik di Yaman, mengingat masuknya persenjataan canggih yang mampu mengubah dinamika pertempuran di lapangan. Modifikasi senjata ini menjadi sorotan internasional karena dianggap memperpanjang masa perang dan meningkatkan risiko eskalasi kekerasan di kawasan tersebut.






