Kelompok pemberontak Houthi kembali melontarkan kritik tajam terhadap peran Arab Saudi dalam konflik yang terjadi di negara mereka. Juru bicara Houthi, Omar al-Bukhaiti, secara terbuka mengecam tindakan Riyadh yang dinilai melakukan agresi brutal serta menerapkan blokade berkepanjangan terhadap wilayah kekuasaan Houthi.
Menurut Al-Bukhaiti, langkah-langkah militer dan ekonomi yang diambil oleh Arab Saudi bukanlah tindakan independen, melainkan bentuk dukungan terhadap agenda politik dan strategis Amerika Serikat serta Israel. Ia menegaskan bahwa Riyadh dianggap hanya menjadi pelayan bagi kepentingan kedua negara tersebut dalam upaya menekan posisi Houthi.
Selain itu, Al-Bukhaiti juga menyuarakan kekecewaannya terhadap komunitas internasional. Ia menilai dunia internasional telah menutup mata atau bahkan terlibat dalam mendukung tindakan blokade yang dilakukan Saudi, yang berdampak luas pada kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, pihak Houthi memberikan peringatan keras bahwa segala bentuk kekejaman dan tekanan yang mereka alami tidak akan berlalu begitu saja. Mereka menegaskan bahwa tindakan-tindakan tersebut akan mendapatkan balasan dan tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.
Konflik di Yaman telah berlangsung selama bertahun-tahun dan melibatkan koalisi pimpinan Arab Saudi melawan kelompok Houthi yang didukung oleh Iran. Perang saudara ini telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan warga sipil mengalami kelaparan akut dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dasar akibat kerusakan infrastruktur dan blokade wilayah.






