Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan sesi kedua hari ini, Senin (28/9/2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut terperosok sebesar 1,40 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Berdasarkan data pasar modal, pelemahan ini membawa IHSG berakhir di level 6.154. Penurunan yang terjadi di akhir sesi perdagangan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat di pasar saham domestik, sehingga indeks tidak mampu bertahan di zona hijau dan justru mengalami koreksi yang cukup dalam.
Kondisi pasar yang fluktuatif ini menjadi perhatian bagi para investor dan pelaku pasar modal yang memantau pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Penurunan sebesar 1,40 persen dalam satu hari perdagangan mencerminkan sentimen negatif yang mempengaruhi psikologi pasar pada penutupan hari Senin tersebut.
Sebagai informasi tambahan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indikator utama yang digunakan untuk mengukur kinerja seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi makro domestik, kebijakan moneter bank sentral, hingga situasi geopolitik global yang berdampak pada aliran modal asing di pasar ekuitas Indonesia.






