Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Selasa, 29 September 2026, dengan tren negatif. Saat pembukaan pasar, indeks terpantau merosot sebesar 1 persen ke posisi 6.086,35.
Penurunan tajam ini dipicu oleh sejumlah faktor fundamental yang menekan pasar modal domestik. Salah satu penyebab utamanya adalah koreksi yang terjadi pada sektor teknologi, di mana sejumlah saham unggulan di sektor tersebut mengalami tekanan jual yang cukup signifikan.
Selain faktor sektoral, implementasi kebijakan terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memberikan pengaruh terhadap sentimen negatif investor di awal perdagangan. Perubahan regulasi tersebut dinilai menciptakan ketidakpastian jangka pendek yang membuat pelaku pasar cenderung mengambil langkah hati-hati.
Kondisi ini diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Depresiasi mata uang Garuda ini memberikan tekanan tambahan bagi investor, terutama bagi mereka yang mengelola portofolio dengan ketergantungan tinggi pada stabilitas nilai tukar.
Kombinasi antara tekanan internal dari regulasi bursa, pelemahan sektor teknologi, serta fluktuasi nilai tukar mata uang menjadikan IHSG tergelincir cukup dalam pada sesi pembukaan hari ini.






