Ibu Kota Nusantara (IKN) terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tahun 2026. Acara bergengsi ini akan menjadi panggung bagi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memamerkan inovasi terbaru mereka di bidang teknologi wahana udara nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 94 tim mahasiswa yang berasal dari 43 kampus berbeda dijadwalkan akan berpartisipasi dalam kompetisi ini. Kehadiran ratusan peserta ini membawa berbagai jenis pesawat nirawak dan robot terbang yang dirancang untuk menguji batas kemampuan teknologi penerbangan tanpa awak di Indonesia.
Pemilihan IKN sebagai arena kompetisi bukan tanpa alasan. Sebagai kota yang sedang dibangun dengan konsep smart city, IKN dinilai menjadi lokasi yang representatif untuk menguji implementasi teknologi mutakhir. Para peserta diharapkan dapat menghadirkan solusi inovatif melalui UAV yang dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor, mulai dari pemetaan wilayah, pengawasan infrastruktur, hingga manajemen bencana.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi teknologi. Dengan melibatkan puluhan kampus dari seluruh penjuru negeri, KRTI 2026 diharapkan mampu memicu lahirnya terobosan baru dalam pengembangan sistem kendali otomatis dan kecerdasan buatan yang diterapkan pada wahana udara.
Secara umum, pengembangan teknologi UAV di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan kebutuhan industri yang semakin tinggi. Teknologi pesawat nirawak kini tidak hanya digunakan untuk keperluan hobi atau fotografi udara, tetapi telah merambah ke sektor pertanian untuk penyemprotan pestisida, sektor pertambangan untuk survei lahan, hingga sektor keamanan negara guna pemantauan wilayah perbatasan secara efisien.






