Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Muhammad Hussein, memberikan penekanan khusus mengenai tanggung jawab seorang imam dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, peran seorang imam tidak boleh dipandang secara sempit hanya sebagai pemimpin dalam pelaksanaan ibadah shalat ritual semata.
Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh para imam dari berbagai belahan dunia, Syekh Hussein menegaskan bahwa seorang pemimpin spiritual memiliki tanggung jawab moral yang lebih luas. Hal ini mencakup peran sebagai pembimbing masyarakat serta penggerak dalam memperkuat tali persaudaraan antar sesama muslim.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa imam harus mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan persatuan. Di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi umat, peran strategis imam dalam memberikan arahan yang menyejukkan dan mempersatukan menjadi sangat krusial agar masyarakat tidak terpecah belah.
Syekh Hussein berharap agar para pemimpin agama dapat mengoptimalkan fungsi sosial mereka untuk membangun solidaritas yang kokoh. Dengan demikian, masjid dan lembaga keagamaan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pengembangan karakter dan penguatan kohesi sosial bagi umat Islam di seluruh dunia.
Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan salah satu situs paling suci dalam agama Islam yang terletak di Yerusalem. Sebagai simbol perlawanan sekaligus pusat spiritualitas, masjid ini menjadi titik temu bagi jutaan umat Muslim dari berbagai latar belakang etnis dan negara, sehingga isu persatuan umat sering kali menjadi tema sentral dalam setiap diskursus keagamaan yang berkembang di sana.






