Utusan Khusus sekaligus Penasihat Presiden Palestina, Mahmoud Sudqi Al-Habbash, memberikan pernyataan mengenai kondisi terkini Imam Besar Masjid Al-Aqsa. Menurut Al-Habbash, Syekh Imam Besar Masjid Al-Aqsa dilaporkan mengalami hambatan serius untuk melaksanakan ibadah shalat di kompleks Al-Aqsa selama beberapa bulan terakhir.
Keterbatasan akses ini menjadi sorotan tajam karena peran sentral Imam Besar dalam memimpin kegiatan keagamaan dan menjaga stabilitas spiritual di salah satu tempat paling suci bagi umat Muslim di dunia. Al-Habbash menekankan bahwa situasi ini mencerminkan tekanan yang terus berlanjut terhadap otoritas keagamaan di wilayah tersebut.
Kondisi ini terjadi di tengah situasi keamanan yang sangat dinamis dan penuh ketegangan di Yerusalem. Pembatasan akses yang dialami oleh pemimpin religi tertinggi di Masjid Al-Aqsa dipandang sebagai bagian dari pola pengawasan ketat yang diterapkan terhadap aktivitas di kawasan Al-Haram Al-Syarif.
Pihak Palestina mengimbau dunia internasional untuk memberikan perhatian lebih terhadap hak-hak beribadah dan perlindungan terhadap situs-situs bersejarah di Palestina. Mereka berharap adanya jaminan keamanan agar para pemimpin agama dan masyarakat umum dapat menjalankan kewajiban ibadahnya tanpa intimidasi atau hambatan administratif yang memberatkan.
Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem merupakan salah satu situs paling penting dalam Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sebagai pusat spiritual, kompleks ini seringkali menjadi titik pusat ketegangan geopolitik dan agama yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah, sehingga kondisi keamanan di sekitarnya selalu menjadi perhatian global.






