PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum secara resmi memperkenalkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium, yang lebih dikenal sebagai Green Aluminium. Inisiatif strategis ini diluncurkan di tengah penyelenggaraan ajang bergengsi Fastmarkets International Aluminium Conference 2026.
Kegiatan peluncuran sertifikasi tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian konferensi internasional yang digelar pada 15 hingga 17 September 2026. Langkah ini menandai komitmen perusahaan dalam mengadopsi standar produksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di sektor industri aluminium.
Melalui sertifikasi Low Carbon Aluminium ini, Inalum berupaya memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan telah melalui proses produksi dengan jejak karbon yang rendah. Hal ini sejalan dengan tren global yang menuntut industri manufaktur untuk lebih memperhatikan dampak lingkungan guna mencapai target net zero emission.
Kehadiran produk aluminium rendah karbon ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Inalum di pasar internasional, terutama bagi konsumen yang mengedepankan aspek keberlanjutan dalam rantai pasok mereka. Dengan standar hijau ini, Inalum memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam transformasi industri logam yang lebih bersih di Indonesia.
Sektor industri aluminium secara global memang tengah menghadapi tantangan besar terkait emisi gas rumah kaca, mengingat proses produksinya yang membutuhkan energi listrik dalam jumlah besar. Oleh karena itu, peralihan menuju energi terbarukan dan penerapan teknologi rendah karbon menjadi standar baru bagi perusahaan pertambangan dan pengolahan logam di seluruh dunia guna mengurangi dampak pemanasan global.






